Tampilkan postingan dengan label Do'a ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a ku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2015

Surat Do'aku Untuk Ibu


 
MATANYA terpejam karena malam,
kini wajahnya terlihat lelah penuh beban,
tak ada lagi senyum yang lepas seperti pagi hari yang cerah,
wanita sempurna bagaikan malaikat..
 
Ibu,
sosok yang diagungkan Allah,
hatimu selalu dijaga olehNYA,
Tiada kata-kata atau setumpuk uang yang bisa menggantikan keiklasanmu..
 
Ku buka mata ini jauh tentang masa kecilku,
ku memandang langit biru,
Sewaktu ku kecil kau selalu mengajarkanku kebaikan,
kau lah pelita hidupku.
Aku bahagia lahir dari seseorang wanita
yang suci sepertimu..
 
Sewaktu aku di kandunganmu,
aku telah berjanji pada Allah,
agar aku selalu mendoakanmu
dan membahagiakanmu sampai hembusan nafasku telah tiada..
 
Tetesan air mata ini menghiasi pipi,
wajahku memerah ketika membicarakam sosok Ibu.
Aku tak bisa menahan derasnya air mata ini
'Ibuku yang sederhana berhati lembut
dan selalu berfikir jernih kepada anak-anaknya'.
 
Ingatlah janji anakmu ini,
‘ibu’..
Aku akan membahagiakanmu sebisaku,
Tetap jaga kesehatanmu ‘ibu’..
Sampai aku membahagiakanmu.

Aku ingin mengakhiri air mata ini ‘ibu’
aku lemah,
aku tak bisa apa-apa
dan berbuat banyak kepadamu ibu..
 
Yang aku bisa saat ini hanyalah
meminta pertolongan kepada Allah ‘ibu’.
Agar Allah membahagiakanmu nanti,
dengan caraku..

Dan aku berjanji kepada Allah,
agar aku bisa membahagiakanmu ibu.
Dan Allah pun menjawab!
Buktikanlah itu nak.
 
Ya Allah akan kubuktikan itu semua,
tapi berilah aku waktu Allah,
agar aku bisa membahagiakan ibuku,
kan ku peluk ibuku disetiap waktu lelahnya,
kan ku sentuh jemari kakinya yang sudah letih berjalan
dan semakin lemas,
kan ku cium keningnya setiapku pergi,
kemanapun aku pergi dari pintu rumahku bertatap wajah oleh ibuku,
dan aku minitipkan surat do'aku untukmu Allah..

Ibuku terus berjalan di jalanmu Allah,
jalan yang kauridhoi,
jalan dimana ia bisa tersenyum pada akhirnya nanti.
Jalan yang kau beri untuknya,
agar kau menuntunnya kepada cahaya ilahiMU.

Kau beri kekuatan besarmu untuk ibuku
untuk menghidupkan anaknya.
Terimakasih Allah..

Ya Allah ibuku sudah menua,
detik demi detik,
Jam demi jam,
hari demi hari,
minggu demi minggu,
bulan demi bulan,
hingga tahun demi tahun pun berganti,
waktu berjalan begitu cepat dengan porosnya..

Umurmu semakin berkurang ibu,
aku akan membahagiakanmu ibu.
Allah kan mendoakanmu dan diriku ibu,
dengan cara yang berbeda,
agar kita bisa bahagia dunia dan akhirat.
Ini janjiku untukmu ibu.. 




Sumber : https://www.islampos.com/bisik-kecil-pada-allah-untuk-ibu-149779/
Oleh: Hardian Indra Rukmana, dionrukmana@gmail.com

Jumat, 09 Januari 2015

Pasrahku Pada-NYA




Ketika aku menginginkan sesuatu
yang tak kunjung kudapatkan,
Maka Allah meminta ku untuk sabar
menunggu..

Ketika kesedihan melanda jiwaku,
Maka Allah meminta ku untuk
selalu berusaha tersenyum..

Ketika perjalanan hidup ku terasa
membosankan,
Maka Allah menyuruh ku untuk
selalu banyak bersyukur..

Aku punya rencana,
Allah juga punya rencana.
Akan tetapi sehebat apapun aku
merencanakan sesuatu,
Tetap rencana Allah adalah sebaik-baiknya
rancangan..

Aku harus sadar,
Allah selalu memberikan kelebihan
dibalik kekuranganku.
Allah selalu memberikan kekuatan
dibalik kelemahanku.
Allah selalu memberikan senyum
dibalik kesedihanku.
Allah selalu memberikan harapan
dibalik keputus-asaanku..

Aku harus yakin,
Kebahagiaan itu akan hadir juga
pada waktunya.
Sesuai rencana-Nya.
Sesuai rancangan-Nya.
Dan tak ada alasan bagi ku untuk
meragukan-Nya.